Site icon Inspirasi Muslimah

Bahaya Overthinking Di Kala Pandemi

overthinking

Sering kali kita ingin mengistirahatkan tubuh dan pikiran. Namun apa daya, pikiran tidak berhenti melayang-layang, kalau orang tanpa pikiran kok rasanya aneh, tapi banyak pikiran kok gini banget, ya? Apalagi masa pandemi begini, kerja enggak, pikiran banyak iya. Pandemi bikin overthinking? Emang iya?

Overthinking apa sih? Nah, Overthinking merupakan  perilaku memikirkan segala sesuatu secara berlebihan. Hal ini bisa dipicu karena adanya kekhawatiran terhadap suatu masalah, mulai dari masalah sepele di kehidupan sehari-hari, masalah besar, mupun trauma terhadap sesuatu.

Selain itu, ternyata overthinking bisa menyebabkan kesehatan mental dan psikologis terganggu. Seseorang bisa mengidap OCD ( Obsessive Compulsive Disorder) atau kecemasan yang berlebihan karena terlalu banyak pikiran.

Dampak Overthinking

Dampak buruk overthinking bagi kesehatan ialah dapat mempengaruhi produktivitas dan kreativitas seseorang,  gangguan tidur, emosi yang tidak stabil, hilangnya nafsu makan, merasa cemas dan berpikir tidak bisa keluar dari permasalahan sederhana yang dibuat rumit, stres berlebihan hingga depresi.

Bermula dari pengumuman libur satu minggu yang dimulai pada 13 Maret 2020, lalu berkelanjutan sampai belajar daring hingga saat ini. Kebanyakan orang mengurangi aktivitas mereka di luar rumah, ternyata kurangnya interaksi dengan orang-orang menyebabkan banyak pikiran. Apalagi jika pekerjaan sampai terhambat dan berdampak pada penghasilan yang menurun.

Selain menyebabkan overthinking, pandemi juga menyebabkan beberapa orang menjadi kurang produktif. Contohnya, siswa menjadi kurang memiliki semangat belajar dan tidak bisa bergaul dengan teman-teman sekolah sehingga menyebabkan berkurangnya rasa untuk berlomba-lomba dalam hal prestasi antar teman.

Parahnya itu saya rasakan sendiri, saya kehilangan respect belajar saya karena terlalu lama bersantai. Hampir genap 5 bulan, keseharian hanya diisi dengan bermain dan bermain. Lalu, setelah masa belajar telah dimulai, perilaku kebanyakan anak tetap sama. Mereka masih sangat sulit untuk kembali beradaptasi dengan dunia sekolah.

Bahkan, banyak anak yang sekarang menyepelekan pembelajaran tersebut. Mereka saling membanggakan “ Heh, aku pas zoom kemarin sambil tiduran lo,” atau “ Lah, aku malah sambil maskeran”. Miris memang, namun memang itu yang terjadi.

Overthinking sebenarnya juga bisa berawal dari rasa malas. Seperti saat seseorang sebenarnya bisa segera menyelesaikan suatu pekerjaan, namun karena rasa malas malah membuat orang tersebut bukannya segera menyelesaikannya, malah hanya memikirkannya. Fenomena tersebut bahkan sudah menjadi hal lumrah untuk kehidupan sekarang.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi overthinking dan malas, yaitu :
1. Membuat visi, misi dan tujuan hidup

Ketiga hal di atas merupakan sesuatu yang harus dimiliki setiap orang agar kehidupannya tertata dan tidak akan kehilangan arah. Karena setiap kita hampir salah jalan, maka kita akan mengingat apa tujuan hidup kita.

2. Jangan hanya dipikirkan, lakukan sekarang

Melakukan sesuatu dengan segera dapat membebaskan diri kita dari beban pikiran. Seseorang yang disiplin akan terhindar dari rasa malas dan terus terpacu untuk melakukan segala sesuatu dengan segera.

3. Banyak bersyukur

Ada peribahasa yang mengatakan “Lihat ke atas untuk bermimpi, lihat kebawah untuk bersyukur”. Kebanyakan orang malas adalah orang yang kurang bersyukur dengan keadaannya, maka seharusnya kita banyak bersyukur dan senantiasa melakukan yang terbaik untuk hidup yang hanya sekali ini.

4. Tuangkan dalam tulisan

Dalam studi, menulis bisa digunakan seseorang untuk mengaktualisasikan ide dan pikirannya. Sehingga menulis dapat dikatakan sebagai salah satu cara menghindari overthinking.

5. Olahraga dan pola hidup sehat

Jika tubuh kurang nutrisi, maka tubuh akan merasa lemas dan malas melakukan apapun. Dengan berolahraga dan pola hidup sehat, tubuh akan senantiasa terasa segar dan bersemangat dalam melakukan suatu pekerjaan.

6. Ubah persepsi dari harus jadi mau

Kalau kita mengubah kalimat kita, pikiran kita juga ikut berubah. Orang-orang yang rajin selalu bilang “mau”, bukan “harus”. Mereka mempelajari sesuatu bukan karena keharusan, tapi karena mereka ingin. Kalau kita “harus”, ada masalah sedikit saja jadi alasan. Tapi kalau kita “mau”, 1000 masalah tidak jadi alasan.

7. Apapun ambisimu, bertingkahlah seolah kamu sudah sampai

Pesepakbola Wayne Rooney pernah berkata “Malam sebelum pertandingan, saya kadang-kadang membayangkan diri saya mencetak gol. Lalu saya berimajinasi merayakan gol tersebut. Kalau seperti itu, biasanya saya mencetak gol!”. Bila kamu ingin memiliki suatu keahlian, bertingkah saja seolah sudah mendapatkannya. Bersikaplah seolah kamu adalah penyanyi besar. Bersikaplah seolah kamulah yang naik jabatan tahun depan. Bersikap di sini tidak hanya tingkahnya saja, tapi juga cara berpikirnya dan kebiasaannya.
Kalau kamu yakin, maka kamu akan dapat.

8. Jauhkan Handphone

Handphone adalahsumber kemalasan. Ketika bangun tidur, otomatis tangan saya mencari handphone dan membuka sosmed. Saya lalu bersantai, menunda sejumlah pekerjaan yang seharusnya bisa dikerjakan. Kalau sudah begitu, mau apa-apa menjadi malas. 

Selain cara-cara di atas, mindfulness atau fokus pada suatu pekerjaan juga dapat membantu mengurangi overthinking dan rasa malas.

Bagikan
Exit mobile version