Site icon Inspirasi Muslimah

Makna Yang Tertimbun Sepi

aku

Ratu Masrana

Serangkaian emosi bercerita

Mereka merangsek ruang bawah sadar

Di antaranya terselip ada sukacita

Selebihnya tersisa emosi yang tertampar

Kehidupan tak selalu satu warna

Kepada dunia, kubergumam

“Tak kan kubiarkan kau menjamah rumahku,”

Diriku adalah rumahNya

Jiwaku dalam genggamanNya

Menawan diriku pada ego adalah semu

Dalam keheningan tertatih aku merengkuhNya

Pada kebisingan aku menggeliat akan kehadiranNya

Dalam apa kucari ketiadaanNya?

Bahkan DIA dekat sangat dekat

Lebih dekat dari urat leherku sendiri

Pada lukisan kehidupan aku torehkan

Semua warna menjadi satu

Kadang kelabu kadang ceria

Kuintip warna lalu kupetik kebahagiaan

Mengapa bersedih ketika ruhku adalah ruhNya?

Terseok-seok aku pintal jiwa yang robek-robek

Porak-poranda diteror pongahnya pikiran

Tersesat aku mencariMu di belantara

Luasnya hutan nafsu yang mencegahku pulang

Dengan lantang aku teriaki diri, “Siapa kamu melupakanNya?”

Dalam kegelapan ada cahaya

Di dalam diam ada suara

Dalam bahagia ada duka

Di dalam suka ada nestapa

Begitulah IA jadikan semua tertata

Kemana kau tambatkan pilihan?

Pada dualitas atau monolitas?

Siapa kamu dengan segumpal sombong di tangan

Meninju jiwa hingga berdarah

Lalu menjauhlah kamu dari berkah

Wahai diri, apa kabar?

Wahai pikiran, sedang apa?

Halo jiwa, sedang di mana?

Mendekatlah, merapatlah

Bersatulah dengan DIA Maha Segalanya

Hampir saja hatiku pecah berkeping-keping

Nyaris jiwaku ditabrak jalan yang sepi

Pikiran hampir runtuh karena angkara ego

Aku berlarian ke sana kemari mencari

Menemukan makna yang tertimbun sepi

Bagikan
Exit mobile version