Site icon Inspirasi Muslimah

Kebiasaan yang Dapat Merusak Kesehatan Mental

kesehatan mental

Maulida Fatimah Latifannisa

Kita pasti sering melihat dan mendengar orang berlomba-lomba menjaga kesehatan fisik dengan melakukan berbagai macam olahraga, diet, dan lain-lain. Namun tahukah Anda, ada kesehatan mental yang sama pentingnya untuk diperhatikan dan kita jaga lho.

Kesehatan mental perlu dijaga agar terhindar dari berbagai macam gangguan mental.  Karena tidak menutup kemungkinan bahwa kesehatan mental yang buruk juga akan berpengaruh terhadap kesehatan fisik, seperti gangguan depresi, bipolar, gangguan makan, dan sebagainya.

Nah, faktor penting yang mempengaruhi kesehatan mental selain lingkungan adalah pikiran dan kebiasaan diri sendiri. Tidak bisa disepelekan, pikiran sangat berperan penting dalam mempengaruhi mood atau suasana hati yang dapat mempengaruhi kesehatan mental. Hal ini perlu untuk diwaspadai sebab seperti kesehatan fisik, gangguan mental juga akan menyebabkan gejala yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari Anda bila tidak segera ditangani.

Berikut adalah kebiasaan buruk yang harus mulai dikurangi agar kesehatan mental Anda tetap terjaga, yaitu:

1. Selalu berpikir negatif.

Orang-orang dengan pikiran yang negatif cenderung pesimis dalam segala hal. Mereka kerap kali tidak percaya dengan harapan dan kekuatan yang ada dalam dirinya sehingga sering merasa putus asa. Hal ini sangat berpengaruh terhadap bagaimana cara kita memandang kehidupan yang tentunya berpengaruh pula terhadap kesehatan mental. Seperti yang telah dilansir dalam Hello.Sehat bahwa perasaan putus asa jika dibiarkan terus menerus maka akan menjadi salah satu penyebab gejala gangguan mood, yaitu depresi.

Maka, belajarlah untuk berpikir positif. Kenali diri Anda dengan baik sehingga mampu mengetahui kelemahan dan kekuatan Anda, sehingga Anda dapat fokus dalam membangun kekuatan Anda tersebut. Jangan hanya fokus pada kelemahan dan situasi buruk yang sedang Anda hadapi.

2. Fanatik dengan kesempurnaan.

Sikap ini bisa disebut juga dengan perfeksionis. Seseorang dengan sikap ini cenderung ingin segala hal yang ia lakukan berjalan dengan sempurna, sesuai dengan rencana dan tanpa ada kekurangan sedikit pun. Menerapkan standar ini tidak sepenuhnya salah, namun terkadang seseorang dengan standar ini kerap kali menemukan kekecewaan dan kesedihan. Apalagi jika perasaan kecewa dan sedih ini sangat besar dan tidak bisa dikendalikan, maka seseorang akan rentan terkena gangguan kecemasan atau yang biasa disebut anxiety disorder.

Cara untuk menanggulangi sikap perfeksionis ini adalah dengan menetapkan tujuan yang realistis sehingga memudahkan kita untuk mencapainya dan menyikapi segala kesalahan dan kegagalan sebagai suatu bentuk pembelajaran. Jika kecemasan datang, tenangkan diri dengan melakukan berbagai macam teknik relaksasi seperti yoga atau menarik napas panjang.

3. Cara menilai diri sendiri.

Bagaimana Anda memperlakukan dan menilai diri Anda sendiri? Apakah Anda termasuk yang selalu menghakimi diri sendiri atau mengapresiasi segala bentuk kerja keras diri Anda sendiri? Karena cara kita menilai diri sendiri sangat penting dalam mempengaruhi ketenangan pikiran dan kesehatan mental. Contohnya orang yang merasa rendah diri, ia akan menilai dirinya serba kurang, selalu membandingkan diri sendiri dengan orang lain, lalu menyalakan diri sendiri akibat suatu hal yang dirasa kurang sehingga akan mudah merasa stress dan berujung depresi.

Mulai saat ini, yuk kita lebih fokus pada apa yang kita miliki sehingga baik untuk memaksimalkan potensi yang kita punya. Kita juga perlu membuktikan pada diri kita bahwa dengan kekurangan yang ada, kita tetap bisa bersinar dengan kemampuan yang kita punya.

4. Kurang tidur.

Tidur yang baik dan teratur sangat diperlukan tubuh untuk istirahat agar tenaga dan pikirannya kembali segar. Saat kita tidur, otak akan membersihkan racun-racun tidak berguna yang terbentuk ketika kita berpikir seharian. Nah, dengan tidur yang sangat bermanfaat bagi tubuh, maka kurang jam tidur dan jadwal tidur yang tidak menentu akan sangat berpengaruh bagi kesehatan tubuh yang tentunya akan mengganggu kesehatan mental Anda.

Sejumlah penelitian telah membuktikan adanya kaitan kurang tidur dengan berbagai jenis gangguan mental seperti depresi, bipolar disorder, dan ADHD. Maka dari itu, yuk biasakan diri Anda untuk tidur tepat waktu dan menjaga kualitas tidur Anda dengan baik.

5. Malas gerak.

Kata malas gerak atau yang biasa disingkat mager seperti sudah menjadi trending di kalangan anak muda sekarang. Pasalnya karena anak muda zaman sekarang cenderung menyukai segala hal yang bersifat mudah dan instan. Namun tahukah Anda, para ahli dari University College London menemukan adanya hubungan antara aktivitas fisik dan depresi, di mana hal itu menjelaskan bahwa orang yang aktif cenderung tidak mengalami depresi karena aktivitas fisik dapat menurunkan resiko depresi.

Wah, bagus sekali kan. Maka dari itu, yuk sekarang kita buang kata mager dan mulai dengan aktivitas fisik sederhana seperti berjalan keluar rumah, naik-turun tangga, bersepeda, berjalan-jalan, dan aktivitas sederhana lainnya yang dapat membuat tubuh dan pikiran kita senantiasa aktif.

6. Menunda makan.

Menunda makan seringkali disepelekan karena akibat dari penundaan makan ini tidak langsung dirasakan saat kita menundanya. Hal ini perlu kita hindari karena tubuh sangat membutuhkan nutrisi dan gizi yang terpenuhi dengan baik. Seperti yang telah dilansir dari Mental Health Foundation, bahwa kekurangan nutrisi dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental. Maka dari itu, yuk rajin makan makanan sehat dan bergizi agar kesehatan fisik dan mental kita selalu terjaga.

Bagikan
Exit mobile version