Site icon Inspirasi Muslimah

Ibu Musa dan Ilham Allah

ibu musa

Musa lahir di tengah di Mesir pada suasana yang mencekam. Di mana Raja Fir’aun memerintahkan untuk mengeksekusi seluruh bayi laki-laki Bani Israil. Karena para peramal mengabarkan ada laki-laki yang akan menghancurkan kekuasaan raja.

Saat Musa berusia 3 bulan, Allah mengilhamkan pada ibu Musa agar meletakkan bayinya di kotak khusus dan menghanyutkan di sungai Nil. Ia pun pergi ke tukang kayu. Tukang kayu yang juga kaum Fir’aun menanyakan kegunaan kotak itu. Ibu Musa menjelaskannya tanpa berbohong. Tukang kayu yang berniat melaporkan pada algojo utusan raja, namun lisannya selalu tercekat tak dapat berkata.

Syariat Inisiasi Menyusu Dini

Ibu Musa kebingungan dan merasa sangat bersedih. Namun, saat itulah Allah memberi solusi sebagaimana dikisahkan dalam Al-Qashash: 7.

Dan Kami ilhamkan kepada ibunya Musa, “Susuilah dia (Musa), dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya salah seorang rasul.”

Allah perintahkan ibu Musa untuk segera menyusui Musa secara langsung, hingga Musa memasuki usia 3 bulan. Dalam ilmu kebidanan, terdapat istilah IMD (Inisiasi Menyusu Dini), atau juga dikenal dengan early initiation, yaitu bayi yang segera memulai menyusui sendiri kepada ibunya setelah lahir.

Dalam ilmu laktasi, hikmah bayi yang melakukan IMD, akan memiliki keuntungan yaitu terjadinya kontak batin/ikatan emosional yang kuat antara ibu dan bayi. Yang kemudian akan membuat si ibu mudah melakukan jihad selanjutnya, yaitu menyusui.

Dalam ilmu kebidanan dan laktasi, seorang bayi yang baru lahir dapat mengenali ibunya dari suara, aroma, dan kontak fisik (skin to skin). Inilah yang membuat Musa hanya mau menyusu kepada ibunya saja bahkan setelah terpisahkan selama Musa dihanyutkan.

Sebab telah terjadi attachment atau bonding atau ikatan emosional yang kuat antara Musa dan ibunya. Juga Musa mengenali ibunya lewat suara, aroma, dan kontak fisik langsung dengan ibunya, sebab sebelumnya ibu Musa sudah menyusui Musa secara langsung.

Mencari Ibu Susu

Dayang-dayang raja mengambil kotak itu dan menyerahkan pada istri Asiyah, istri Fir’aun. Saat membukanya, Asiyah langsung jatuh cinta pada bayi Musa. Asiyah mulai mencari perempuan yang bisa menyusui Musa. Namun Musa menolak mereka. Kakak Musa, Maryam, yang menguntit di belakang kotak adiknya pun berkata pada petugas kerajaan.

Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu; maka berkatalah saudara Musa: “Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?” (Al-Qashash.12)

Ibu Musa Bertemu dengan Putranya Kembali

Sesampai ibu Musa di kerajaan, ia melihat Musa sambil gemetar. Saat Musa mengetahui aroma ibunya mendekat, ia langsung menyusu pada ibunya dan berhenti dari tangisnya.

Ibu Musa diminta Asiyah untuk tinggal di kerajaan, namun ia menawarkan jasanya untuk merawat dan menyusui bayi Musa di rumah. Asiyah pun mengizinkan.

Setelah beberapa bulan berlalu, Musa dikembalikan ke kerajaan. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ibu Musa meninggal setelah selesai dari tugas menyusui Musa.

Ibrah dari Kisah ibu Musa

– Perintah (syariat) IMD.

– Ibu yang menjaga ketaatan, akan Allah hadiahkan ketaatan juga pada anak-anaknya.

– Dalam ikhtiar pengasuhan, ibu perlu menjaga tauhid dan ketaatan kepada Rabb-nya. Sebagaimana ketaatan ibu Musa menjadi wasilah kesalehan anaknya.

– Al-Qur’an dan hadits memberikan syariat hukum, IPTEK menguatkan, bukan sebaliknya.

– Kisah ibu Musa diabadikan dalam Al-Qur’an dan sebagai tokoh perempuan idola dalam menjalani jihad mendidik anak.

Bagikan
Exit mobile version