Site icon Inspirasi Muslimah

Berbahagialah Para Perempuan Merdeka

penjual

Pikiran ini berawal dari  nggak sengaja banget liat postingan di explore instagram, ada beberapa  akun yang mengambil postingan video salah satu youtubers.

Sebut aja youtubers X. Dalam postingan video itu si youtubers X ini sedang mengutarakan perasaan ke pasangannya. Dia secara gamblang bilang ke pasangannya bahwa yang dibutuhkan youtubers X ini cuma kesediaan pasangannya untuk mengikuti apa dia. Istilahnya patuh atau dalam bahasa jawanya manut. Jika itu dilakukan perempuannya, laki-laki ini akan membahagiakan dia seutuhnya asalalkan perempuannya patuh/manut tadi.

Dan caption dari video tersebut menyatakan kekaguman pada seorang lelaki yang akan membahagiakan pasangannya hanya dengan syarat perempuannya harus mengikuti apa yang dimaui oleh laki-lakinya. Gayung bersambut, sebagian besar komentar dalam postingan tersebut mendukung dan mengatakan bahwa si perempuan beruntung karena mendapatkan laki-laki yang mau memberinya segalanya.

Rahmania dapet poinnya ? ternyata masih banyak perempuan di luar sana yang berpikiran bahwasannya laki-laki yang bisa memberikan segalanya pada kita dengan meminta kita patuh tadi adalah sosok yang keren. Padahal itu nggak keren sama sekali.

Hubungan yang Egois

Menurutku pribadi, meminta pasangan kita untuk patuh dengan imbalan akan diberikan segalanya yang dia butuhkan terdengar terlalu egois. “Kamu tu nggak perlu terlalu banyak ngomel, protes, atau apa, pokoknya kamu Cuma perlu dengerin aku, ikutin apa yang kumau”.

Pernyataan semacam itu cenderung egois dan memikirkan dirinya sendiri. Bukannya dalam sebuah hubungan itu ada dua yang sama dan sejajar. Kalau hanya meminta dipatuhi, apa bedanya pasangan dengan hubungan bos dan karyawan? Kalau aku sih bakal aku timpalin tuh, aku nggak perlu apa-apa kok! Makasih gaperlu repot! Wkwk.

Kata orang, pengalaman adalah guru terbaik dalam hidup. Memang benar begitulah adanya. Bisa dibilang kebanyakan orang-orang yang belum pernah terjebak dalam hubungan satu arah semacam itu takkan memahaminya.

Perempuan juga Manusia

Kenapa hubungan semacam itu tidak menguntungkan? Kita sebagai perempuan juga punya keinginan, punya cita-cita, punya tujuan hidup, punya keluarga yang sangat disayangi. Bagaimana bila bakal calon pasangan kita meminta kita hanya mematuhinya? Sementara kita punya semua hal tadi. Maka itu sama sekali tidak masuk akal. Terlebih pada perempuan merdeka, tidak mudah menerimanya.

Pasangan yang model begitu, baik laki-laki ataupun perempuan, sama-sama nggak keren. Hubungan yang ada dominasi di antara salah satu pasangan pasti menyisakan kesedihan dan rentan permasalahan. Sebelum terjebak lebih dalam lagi, lebih baik pikirkan lagi ya kalau model hubunganmu seperti ini.

Yang jelas, kamu akan merasa lelah, terlebih bila kalian nanti akan menikah. Bagaimana jika pasanganmu melarangmu pulang kerumah orang tua? Bertemu sanak keluarga, melarang hobimu, menyuruhmu ini dan itu padahal bukan kemauanmu. Kamu akan terjebak pada disituasi di mana kamu hanya bisa diam dan merasa bersalah sama diri sendiri.

Perempuan Harus Mampu Mandiri

Penting bagi perempuan bisa mandiri. Posisi kita yang tidak mudah membuat kita harus bisa mandiri. Dengan mandiri kita bisa mempermudah yang sulit-sulit itu tadi. Contohnya, punya penghasilan sendiri. Bisa jadi, dengan kamu tidak memiliki penghasilan sendiri, orang lain akan merendahkanmu. Atau kamu tidak dihargai orang karena dianggap selalu meminta kepada orang tua atau pasangan. Itu semua sangat mungkin terjadi.

Kemandirian adalah kewajiban semua manusia. Allah sangat suka pada hamba-hambanya yang memperjuangkan hidupnya dengan kemampuan yang dimiliki. Bahkan Allah tak suka pada hambanya yang meminta-minta.

Kemandirian akan membuat kita tenang. Kemandirian akan memudahkan kita melewati segala tantangan hidup. Dan saya saranin semua perempuan harus bisa mandiri dan tangguh, ini semua demi kalian. Perempuan bisa!

Bagaimana Jika….

Bagaimana jika saya telah mengenal pasangan saya sangat lama, dan saya percaya pasangan saya hanya ingin membuat saya bahagia dengan meminta saya patuh? Benar, kamu memang lebih mengenalnya daripada saya. Tapi apakah memang hatinya akan selalu bisa seperti itu? Apakah dia akan selamanya seperti itu?

Padahal sebelum kamu benar-benar satu atap dengannya, kamu berarti masih belum mengenal dia. Akan terlalu banyak yang dikorbankan, termasuk dirimu sendiri. Pasangan yang keren, justru yang ingin berbagi segala hal denganmu setiap waktu, tanpa syarat, karena dia juga percaya padamu.

Bagaimana kalau dia bilang itu sudah kewajiban saya sebagai istri/pasangannya, untuk mematuhi dia. Pada akhirnya banyak laki-laki yang menggunakan itu sebagai alasan untuk menaklukan pasangannya. Tetapi jika dia sudah ada bibit-bibit kesana bahkan sebelum kalian menikah, lebih baik pikirkan lagi.

Jika telah menikah, harus ada upaya komunikasi soal ini. Jangan biarkan pasanganmu terlalu mendominasi dan mengatur hidupmu. Kamu tetap punya pilihan, dan pilihanmu itu valid.

Perempuan Merdeka

Percuma memiliki segalanya tetapi kita tidak menjadi perempuan merdeka. Padahal, perempuan di Indonesia ini posisinya masih serba salah dan sulit. Makanya kita perlu jadi perempuan merdeka. Banggalah pada dirimu wahai para perempuan merdeka.

Perempuan merdeka akan terlihat sinarnya. Kamu yang mandiri akan sangat dihargai orang lain, karena kamu nggak pernah menengadahkan tanganmu untuk meminta. Jadilah perempuan yang begitu, jadilah perempuan yang tetap berintegritas dengan percaya pada kemampuan dirimu, dan bahwa kamu layak dihargai. Apa yang telah kamu perjuangankan selama ini nggak bisa ditukar dengan apapun. Itulah bukti cinta kamu ke dirimu sendiri.

Jadi perempuan merdeka bukan berarti nihil tantangannya. Terlebih di negara tercinta kita ini. Tapi aku sih yakin, kita bisa melewati setiap tantangannya.

Jadilah perempuan yang bisa buat kehadiranmu terasa bermakna bagi orang lain, karena dirimu sendiri. Tetaplah tersenyum dan bahagia dengan apa yang kamu suka. Berbagi kasihlah dengan pasanganmu sebagaimana mestinya. Jika ada pilihan untuk itu, kenapa kamu harus ragu?

“Dulu pada masa jahiliyah, kami tidak memperhitungkan perempuan sama sekali. Lalu ketika Islam datang, dan Allah menyebutkan hak-hak mereka, kami (para laki-laki) lalu memandang bahwa perempuan memiliki hak atas kami, sekalipun kami masih enggan melibatkan mereka dalam urusan-urusan kami,” (Shahih Bukhari, no. 5904).

Kamu adalah kamu. Kamu bisa jadi perempuan merdeka dan menemukan pasangan yang bisa benar-benar bekerja sama denganmu. Kadang tidak perlu terburu, kadang di waktu yang lebih sedikit lama namun bisa juga secepat kilat.

Banggalah pada dirimu yang menjadi perempuan merdeka. Yakinlah hidupmu akan lebih bermakna tanpa mengesampingkan apa yang kamu mau, apa yang jadi prinsipmu. Tersenyumlah untuk itu.

Bagikan
Exit mobile version