Aku tidak tahu
Yang kutahu hanya Tuhan menyuruhku
Untuk meminta pada-Nya
Dan niscaya Dia akan mengabulkannya
Tapi,
Jika membaca terjemahan itu
Aku yakin akan jawaban doa-doaku
Hanya bisa jadi
Tuhan mengubah bentuk permintaanku
Dengan wujud yang lain
Karena Tuhan yang meminta
Kujalani segenap jiwa
Kupatuhi sepenuh hati
Kugugui segenggam harap
Karena berdoa bagiku
Ibadah termudah di muka bumi
Tak perlu harta
Tak menghitung uang
Tak mengeluarkan tenaga
Tak membutuhkan belanga
Tanpa peluh
Tanpa suruh
Tanpa lelah
Tiada resah
Berdoa adalah indah
Ia pun begitu murah
Tuhan,
Kau pasti tahu akan isi hatiku
Tak akan kumeminta
Hanya satu doaku yang tak akan putus
Ampunilah, dosaku!
A_Kar
Tasikmalaya, 041120
Penulis lahir di Singaparna Tasikmalaya adalah seorang pendidik di madrasah aliyah swasta di kota tersebut. Aktivis Nasyiatul Aisyiyah ini meniti pengalaman organisasinya mulai dari PRNA Singaparna sampai menjadi salah satu pimpinan harian di PWNA Jawa Barat. Kecintaannya terhadap dunia literasi melahirkan beberapa tulisan yang terbit di surat Kabar Priangan, Siap Belajar, dan Tribun Jabar. Salah satu puisinya terdapat pada antologi berjudul Nyanyian Tahun yang Tak Kulagukan Rindu dan 1 Januari Biru yang diterbitkan oleh FAM Publishing, Sawidak yang diterbitkan oleh Majelis Pustaka dan Informasi PW Muhammadiyah Jawa Barat. Karya penanya dapat ditemui di akarmenulis.blogspot.com.
