Site icon Inspirasi Muslimah

57 Tahun IMM : Immawati sebagai Ujung Tombak Peradaban

immawati

Tepat di tanggal 14 Maret 2021, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memasuki usia tepat 57 tahun. Usia yang terbilang cukup matang dan dewasa karena sudah melampaui setengah abad berdedikasi melalui pergerakan-pergerakan mahasiswa. Dengan fokus semangat amar ma’ruf nahi mungkar yang bervisi pada ideologi Muhammadiyah dengan tujuan membentuk masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. IMM tetap konsisten dan semangat mengabdi pada negeri meski berhadapan dengan fenomena dan problematika sosial serta tantangannya juga semakin hari semakin kompleks.

Mengusung tema “Membumikan Gagasan, Membangun Peradaban”, IMM tentu memiliki maksud dan tujuan dengan dicetuskan tema tersebut. Hemat penulis, ide tersebut menjadi harapan agar IMM mampu hadir sebagai organisasi yang senantiasa kritis terhadap keadaan dan menjadi organisasi yang hadir untuk mencerahkan.

Melaui gagasan-gagasan segar yang dimunculkan oleh kader IMM yang mayoritas adalah pemuda dengan gelar mahasiswa; diharapkan bisa membangun peradaban yang lebih matang dan baik. Momentum milad IMM yang ke- 57 ini seharusnya mendorong kader IMM untuk memasifkan dan menghidupkan gagasan dalam tubuh IMM; baik gagasan berupa tulisan maupun gagasan yang secara langsung disampaikan.

Intelektualitas sebagai salah satu identitas kader IMM perlu dipertajam lagi, apalagi dengan diusungnya tema membumikan gagasan. Di zaman teknologi yang sudah maju seperti sekarang ini; IMM perlu memikirkan gerakan-gerakan lain sebagai kritik terhadap kebijakan-kebijakan yang tidak pro terhadap keadilan. Sebagai kader yang memiliki slogan anggun dalam moral, unggul dalam intelektual; kader IMM perlu memberikan terobosan pemikiran melalui gagasan dengan cara yang baik dan menjunjung tinggi aturan hukum yang diberlakukan dalam negara ini.

***

Dalam hal ini, IMMawati (sebutan kader perempuan dalam IMM) perlu ikut serta mengambil peran. IMMawati tidak hanya bertugas sebagai eksekutor gagasan; melainkan IMMawati juga perlu aktif dalam memberikan kontribusi pemikiran dan terlibat aktif di masyarakat. Sebagaimana visi yang dikatakan oleh Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang terpilih menahkodai IMM Metro periode 2021/2022; Guntur Aji Pamungkas menegaskan bahwa arah gerakan PC IMM Kota Metro adalah keterlibatan setiap kader IMM Metro secara nyata di masyarakat.

Hal ini tentu bisa dijadikan kekuatan IMMawati untuk lebih leluasa bergerak membumikan gagasan untuk kemudian menjadi ujung tombak membangun peradaban. Dimulai dari hal-hal yang kecil, membiasakan diri untuk menyuarakan opini melalui tulisan, memasifkan gerakan diskusi yang membahas tentang dunia keperempuanan, dan melahirkan gagasan-gagasan yang segar untuk pergerakan IMM yang lebih baik.

Peran IMMawati sebagai ujung tombak peradaban bukan sekedar keterlibatan IMMawati dalam ranah publik saja. Untuk memulai membentuk peradaban yang bai; IMMawati bisa mengambil peran sebagai guru ngaji di masjid-masjid milik Muhammadiyah atau membuka peluang belajar untuk anak-anak jalanan. Sebab kita selama ini terlalu fokus pada gerakan untuk mendorong IMMawati masuk ke ranah-ranah publik saja. Perlu adanya gerakan yang juga memikirkan kondisi anak-anak jalanan yang minim sentuhan pendidikan; atau anak-anak yang saat ini terjebak dengan situasi belajar daring. Dari situ IMMawati bisa terbiasa untuk membangun peradaban melalui gerakan mendidik generasi bangsa.

Hal itu tidak hanya menjaga eksistensi IMM di mata masyarakat, namun gerakan kecil tersebut bisa melatih jiwa IMMawati dan mampu mematangkan corak serta identitas kader IMM yaitu sebagai kader yang religius, intelektual, dan humanis. Corak tersebut harusnya mampu dicerminkan oleh kader IMM sebagai seorang kader yang memiliki keshalehan sosial.

Bagikan
Exit mobile version