Tauhid adalah konsep sentral dalam agama Islam yang menyatakan dengan teguh keesaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tauhid memandu individu untuk hidup dalam kesadaran akan keberadaan Allah dalam segala aspek kehidupan, dari ibadah hingga tindakan sehari-hari. Ini membentuk landasan kuat yang memandu seorang muslim dalam hidupnya untuk tunduk kepada Allah dan mengikuti ajaran Islam.
Dalam Q.S Al-An`am ayat 162 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :
قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ
Artinya : “Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.”
Konsep Tauhid Surat Al-An’am ayat 162, menguatkan tekad rakyat Palestina melawan kekejian Zionis dengan menekankan penghambaan hanya kepada Allah, bukan kepada pendudukan dan ketidakadilan yang mereka hadapi. Ini memberikan rakyat Palestina tekad untuk mempertahankan tanah air, hak-hak keadilan dan martabat mereka dalam keteguhan iman seorang muslim.
Kontribusi Tauhid dalam Perjuangan Palestina
Setiap hari, media melaporkan tindakan kekerasan Zionis Israel terhadap rakyat Palestina, termasuk penggusuran warga, merusak ladang dan rumah, serta klaim properti sebagai milik warga Yahudi. Kekerasan Zionis berlanjut setelah invasi serangan udara ke jalur Gaza yang menargetkan fasilitas kesehatan dan pemukiman warga Palestina.
Sikap Tauhid dalam diri rakyat Palestina sungguh kuat, dalam setiap doa dan tindakan mereka menegaskan komitmen kepada Allah. Seperti potongan video di RS Al-Shifa di Gaza, seorang ayah berbicara tentang dua putranya yang meninggal dalam serangan udara Israel. Kemudian dengan penuh keberanian dia mengatakan “Kita semua syuhada.” Dia mengajak semua orang untuk tetap teguh dan berani dalam menghadapi kesulitan karena mereka semua adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya kita akan kembali.
Konsep tauhid memberi kekuatan kepada rakyat Palestina dalam perjuangan mereka, terutama terkait dengan Baitul Maqdis, yang mencakup Masjid Al-Aqsa. Rakyat Palestina menganggap Baitul Maqdis bukan hanya simbol sejarah, tetapi sebagai titik awal perjalanan Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad Saw. Isra Mi’raj adalah suatu peristiwa besar sejarah dimulainya pengalaman spiritual Nabi Muhammad Saw. menerima petunjuk dan amalan ibadah, termasuk salat lima waktu.
Surat Al-Isra ayat 1 menyebutkan keberkahan tanah Baitul Maqdis, sebagai berikut :
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Artinya: Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat (Q.S Al Isra ayat 1)
Semangat tauhid rakyat Palestina bersatu untuk untuk menjaga Al-Aqsha sebagai warisan suci yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kemerdekaan bagi negara Palestina akan mejadi kemenangan bagi umat muslim di seluruh dunia.
Menggapai Kemerdekaan Umat Islam
Kemerdekaan Palestina bukan hanya kemerdekaan geografis, melainkan juga kemerdekaan spiritual dan simbolik bagi umat muslim di seluruh dunia. Semangat perjuangan telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia untuk bersatu dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan, moral, keadilan dan keyakinan agama yang mendalam hakikat tauhid dalam hidup mereka.
Individu di seluruh dunia memegang peran kunci dalam memperkuat solidaritas dan memberikan kontribusi nyata dalam mencapai kemerdekaan negeri Palestina. Melalui peran edukasi dimulai dari keluarga. Orang tua berperan penting dalam menyampaikan pengetahuan tentang akar masalah dan sejarah konflik berkepanjangan kepada anak-anak mereka. Ini adalah landasan kuat untuk mendukung perjuangan Palestina generasi mendatang.
Selain itu, melalui media sosial dengan menyampaikan informasi akurat tentang konflik Israel-Palestina memungkinkan kita berperan dalam meningkatkan kesadaran global. Hal ini merupakan langkah kecil bagi individu dalam mendukung perdamaian, keadilan, dan hak asasi manusia.
Pada akhirnya, konsep Tauhid bukan hanya menjadi landasan perjuangan Palestina tetapi sumber kekuatan dan inspirasi. Dalam semangat keesaan Allah, rakyat Palestina berharap bahwa suatu hari kemerdekaan Baitul Maqdis akan kembali menjadi tanda kebesaran Allah, dan perjuangan mereka akan berbuah manis bagi seluruh muslim di dunia.
