Site icon Inspirasi Muslimah

Rinduku pada Ibu

rinduku

Angin semilir usik relung terdalam rinduku
Di saat daun-daun bambu gemerisik iris hati yang tengadah
Di saat jari-jariku luruh menembus tanah yang basah
Terlihat lambaian pucuk menabur doa-doa pengantar
Doa yang mampu menembus partikel alam yang dahaga

Dalam diammu menikmati sakit tanpa resah
Terbaring tulus mengulum kata tak bernada tak berdesah
Walau seperangkat medis membelenggu ketat
Walau asaku memegang kuat jiwamu erat
Namun napas kebebasanmu bersenandung dzikir menahan gulanaku

Ingatan ini menari di sela-sela mimpi dan semburat fajar
Celoteh suaramu mengalir penuh kasih iringi waktuku
Tak ada marah dalam hentak riak berarak hidupmu
Kau sembunyikan itu di balik ruang kedap kalbumu
Kusesalinya sampai akhir …ketika sadarku menjelang,
saat semua berlalu dan kau tak menyerah hingga ujung

Mataku luruh di pangkuan pusaramu
Langkah kaki ku juga kaku
Jejak kaki ku tidak seperti dulu
Bagaimana aku lanjutkan hidup jika separuhku tidaklah utuh?
Bagaimana kuraih helai hangatmu saat simpuh pangkuanmu?
Bagaimana kuhabiskan semburat sore dikokoh bahumu?

Pun ini terasa tak bermakna lagi karena hatiku semakin sakit
Juga tak hiburku untuk bertemu denganmu karena perih ini
Aku bertanya pada Sang Langit, bagaimana aku bisa temukanmu?
Tanya yang tiada henti di setiap akhir malam sujudku membujuk-Mu

Ku ingin dan akan temukanmu dengan berada di sisi-Nya
Aku ingin dan selalu rindukan datangmu
Memutar waktu untuk kembali mulai bersamamu, ibuku

Bagikan
Exit mobile version