Site icon Inspirasi Muslimah

Niat Baik Akan Dipertemukan dengan Jalan-Nya

guru

Rahmania, berbicara soal niat, menurut yang penulis dengar dari berbagai ceramah ustadz ketika pengajian, niat itu merupakan amalan hati. Karenanya, niat cukup diucapkan di dalam hati dan kemudian diikuti dengan amal perbuatan. Allah Swt adalah Yang Maha Mendengar, sehingga Allah telah mengetahui apa-apa yang jauh tersembunyi dalam hati dan pikiran hamba-Nya. Meskipun, tidak diucapkan.

Tentang hal ini, penulis menemukan sesuatu yang sangat menakjubkan, di mana dengan rahman dan rahiim-Nya, Allah telah memberikan pahala atas niat baik yang bahkan belum terucap, yang belum terlaksana dalam bentuk tindakan. MasyaaAllah!

Penulis sering menemukan dalam keseharian, bahwa niat baik akan selalu bertemu dengan jalan yang terbaik pula dari-Nya. Entah bagaimanapun caranya, insyaaAllah Allah selalu memberikan kemudahan atasnya. Salah satunya adalah kisah tentang niat penulis untuk membantu mereka yang penghidupannya terdampak Covid-19 berikut ini.

Perjalanan Mewujudkan Niat dengan Ikhtiar

Kisah ini bermula dari merebaknya pandemi virus korona di Indonesia. Berbagai perusahaan besar hingga Usaha Kecil Menengah (UKM) mengalami kerugian besar dan mengakibatkan mereka gulung tikar. Sehingga, banyak pencari nafkah yang kemudian kehilangan pekerjaannya.

Secara umum, roda perekonomian dapat dikatakan ‘lumpuh’. Melihat situasi tersebut, hati siapapun tentu akan tergerak agar dapat sedikit meringankan beban mereka. Penulis berniat bisa melakukan sesuatu untuk mereka, kemudian saya berikhtiar mewujudkannya.

Mengingat saya masih berstatus mahasiswa yang tambahan uang sakunya juga terhambat akibat Covid-19 ini, maka saya menyadari, harus mencari jalan lain untuk mendapatkan suntikan dana. Akhirnya, penulis memutuskan untuk mengikuti lomba menulis yang dalam pamfletnya tertera nominal hadiah yang cukup besar.

Jika saya berhasil memperoleh hadiah, maka sebagian besarnya akan saya berikan kepada mereka yang perekonomiannya terdampak Covid-19. Akan tetapi, dalam perlombaan banyak penulis senior yang lebih berkompeten dan piawai. Akhirnya pun penulis hanya mampu menjadi finalis atau dengan kata lain saya tidak dapat menduduki predikat 3 besar.

Setelah itu, saya tidak lelah berdoa kepada Allah agar setidaknya saya dapat memberikan sedikit peran dalam bencana pandemi ini. Hingga suatu hari, Allah mengabulkan doa-doa saya dengan jalan lain yang bahkan tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Salah seorang teman meminta saya untuk menjadi pemateri dalam sebuah kelas menulis berbayar, di mana dana yang terkumpul dari kegiatan tersebut nantinya akan diberikan kepada mereka yang perekonomiannya terdampak Covid-19.

Tanpa pikir panjang, penulis yang Alhamdulillah dalam beberapa kesempatan pernah memenangkan perlombaan menulis, langsung menerima permintaan tersebut dengan senang hati. Hikmah lain dari kejadian ini, penulis juga menjadi terus belajar tentang kepenulisan, misalnya yaitu belajar kepada pemateri-pemateri lain yang jauh lebih senior dan berpengalaman.

Pelajaran dari Niat

Berdasarkan kisah itu, penulis ingin menyampaikan pesan, bahwa setiap niat baik yang selalu diiringi dengan usaha dan doa, insyaaAllah akan Allah pertemukan dengan jalan terbaik-Nya. Seperti halnya penulis, meski tidak mampu membantu dengan materi, ternyata Allah mengizinkan dan memampukan saya untuk tetap dapat membantu melalui jalan yang lain.

Kisah ini tentu dapat dicopy-paste dalam banyak kesempatan lain, baik untuk diri saya sendiri di waktu mendatang maupun oleh pembaca yang budiman. Bahwa untuk sekedar berniat baik, kita tidak boleh terlalu bermalas-malasan. Kita bahkan dapat berniat baik sebanyak-banyaknya, karena itu semua tidak dipungut biaya alias gratis.

Hal ini karena untuk niat-niat baik tersebut, meskipun kita belum mampu untuk melaksanakannya karena ketidak mampuan diri, tentu insyaaAllah Allah telah mencatatkan pahala terlebih dahulu untuk niat baik tersebut. Lebih lanjut, insyaaAllah Allah-lah yang nantinya akan memampukan hambaNya untuk dapat mewujudkan niat baik itu.

Meski begitu, tentu tidak dibenarkan bahwa kita hanya berniat baik saja tanpa berusaha untuk melaksanakannya. Sebisa mungkin, kita tetap harus mengikuti setiap niat baik dengan segenap usaha dan selalu mengiringinya dengan doa. Sehingga, kita bisa mewujudkannya dalam tindakan nyata. Jika segenap usaha telah kita lakukan, maka Allah beserta dua malaikat pencatat amal-lah yang akan mencatat setiap niat dan usaha baik kita.

Akhirnya, mari kita memulai niat-niat baik atas berbagai kejadian dalam kehidupan sehari-hari kita ke depan. Kemudian, diikuti dengan segenap usaha dan doa untuk mewujudkannya serta keyakinan bahwa setiap niat baik tersebut oleh Allah akan selalu dipertemukan dengan jalan terbaikNya. Bismillah.

Bagikan
Exit mobile version