Site icon Inspirasi Muslimah

Menstruasi Datang Lebih Awal pada Anak: Apa yang Harus Orang Tua Siapkan?

menstruasi

Akhir-akhir ini, beberapa artikel memberitakan bahwa anak perempuan mengalami menstruasi lebih awal dari usia anak perempuan terdahulu. Penelitian dari Apple Women’s Health Study pada tahun 2018 hingga 2023, menunjukkan bahwa seiring bertambahnya tahun kelahiran, usia menstruasi pertama atau menarche menurun hingga rata-rata usia 11,9 tahun. Bahkan beberapa anak perempuan mengalami menarche di usia lebih muda. Oleh karena itu, sebagai orang tua dan pendidik, kita perlu membekali diri dengan informasi yang tepat agar bisa mendampingi anak perempuan tanpa membuat mereka merasa takut atau khawatir.

Apa Itu Pubertas dan Menstruasi?

Proses pertumbuhan manusia merupakan hal yang pasti semua orang alami. Salah satu fase terpenting adalah fase remaja atau pubertas. Pubertas adalah fase transisi dari anak-anak ke dewasa, yang ditandai dengan berbagai macam perubahan, baik dari segi fisik-biologis maupun segi psikis. Pada anak perempuan, pubertas terjadi pada usia 8 sampai 13 tahun, dan salah satu tandanya adalah menstruasi.

Menstruasi merupakan proses siklus peluruhan lapisan bagian dalam pada dinding rahim wanita yang mengandung banyak pembuluh darah. Menarche atau menstruasi pertama, dimulai saat usia pubertas, antara 10 hingga 16 tahun, dan berakhir pada menopause, rata-rata di usia sekitar 51 tahun. Menurut International Federation of Gynaecology and Obstetrics (FIGO), siklus menstruasi normal harus memiliki frekuensi, durasi, dan volume aliran yang konsisten. Siklus menstruasi dihitung dari hari pertama menstruasi sampai hari pertama menstruasi berikutnya. Siklus normal menstruasi terjadi setiap 21 hingga 35 hari. Durasi menstruasi biasanya tidak lebih dari 8 hari. Kisaran volume darah yang keluar sekitar 50 hingga 80 ml dan warna darah yang keluar dari vagina adalah merah terang atau merah tua.

Menarche ini terjadi cenderung tidak terasa dan datang secara tiba-tiba. Siklus awal biasanya tidak teratur selama masa remaja, terutama pada siklus pertama hingga kedua. Siklus menstruasi ini bisa siklus pendek (<20 hari) hingga siklus panjang (>45 hari). Pada tahun ketiga setelah menarche, 60-80% siklus menstruasi berlangsung selama 21 hingga 34 hari, yang merupakan siklus menstruasi dewasa. Usia seorang perempuan mengalami menarche bervariasi. Beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu faktor genetik, lingkungan, status sosial ekonomi, etnis, olahraga, dan faktor diet.

Sebelum mengalami menarche, ada tanda-tanda pubertas yang mungkin dirasakan. Pada fase ini, akan terjadi perubahan fisik seiring berjalannya waktu. Pubertas berhubungan dengan perubahan hormon, sehingga mempengaruhi perubahan fisik, antara lain: tumbuh payudara, tumbuh rambut di daerah ketiak dan area kemaluan, pinggang membesar, peningkatan kelenjar keringat (perubahan bau badan; rambut dan kulit mudah berminyak; tumbuh jerawat), serta keluarnya cairan bening dari vagina (keputihan normal). Pada fase ini, juga terjadi perubahan emosional menjadi lebih impulsif.

Memahami Gejala PMS (Pre-Menstrual Syndrome)

Ada juga yang disebut sebagai Pre-menstrual syndrome (PMS), yaitu gejala-gejala yang terjadi menjelang menstruasi. Sebanyak 47,8% perempuan mengalami hal ini, dan sekitar 20% mengalami gejala yang cukup parah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala PMS meliputi perubahan nafsu makan, penambahan berat badan, sakit perut, sakit punggung, sakit pinggang, sakit kepala, pembengkakan dan nyeri pada payudara, mual, sembelit, merasa cemas, mudah tersinggung dan marah, kelelahan, gelisah, perubahan suasana hati, bahkan hingga menangis. Namun tidak perlu khawatir, karena kebanyakan wanita hanya merasakan gejala yang bersifat ringan.

Edukasi Kebersihan: Mengenalkan Pembalut pada Anak

Saat menstruasi, diperlukan menggunakan produk-produk untuk menampung darah yang keluar. Produk menstruasi yang umum sering digunakan antara lain: pembalut, tampon, celana dalam menstruasi, dan menstrual cup. Di Indonesia, mayoritas remaja menggunakan pembalut, karena mudah digunakan, lebih menyerap dibandingkan bahan lainnya, dan mudah untuk dibuang. Tampon dan menstrual cup masih sangat jarang digunakan karena minimnya pengetahuan tentang produk ini dan penggunaannya masih dianggap tabu di Indonesia.

Tampon adalah salah satu metode untuk menyerap cairan menstruasi selama masa haid. Bantuk tampon dirancang untuk dimasukkan ke dalam vagina dengan atau tanpa aplikator. Tampon digunakan sekali saja dan harus langsung dibuang. Sedangkan menstrual cup adalah cangkir kecil fleksibel yang dimasukkan ke dalam vagina, berfungsi untuk menahan dan mengumpulkan aliran darah menstruasi. Setelah beberapa jam, cup bisa dilepas dan dicuci untuk digunakan kembali.

Jadi, jika anak perempuan remaja mengalami keluar darah secara tiba-tiba pada celana dalam atau saat buang air kecil, tidak perlu khawatir ya. Bisa jadi sudah mulai menstruasi. Kalau saat itu datang dan ayah yang sedang menemani, jangan segan untuk menanyakan ke ibu, istri, guru perempuan, atau saudara perempuan, agar dibantu untuk mempersiapkannya.

Jika merasa menstruasi berbeda, misalnya durasi lebih lama, darah yang keluar terlalu banyak, perut terasa sangat nyeri hingga mengganggu aktivitas, siklus tidak teratur setelah 3-4 tahun menarche atau merasa sangat lemas saat menstruasi, orang tua dapat segera menemani memeriksakan diri ke dokter.

Menstruasi ini adalah tanda dari berkembang dan berfungsinya organ-organ seksual reproduksi. Yang mana artinya secara fisik bisa hamil dan memiliki bayi. Jadilah ruang aman bagi anak saat mereka menemukan bercak darah di celananya. Dengarkan keluhannya, dan bantu mereka menyiapkan produk menstruasi yang tepat. Selian itu orang tua perlu memastikan anak remaja perempuan untuk memahami bahwa tubuh ini berharga, dan perlu menjaga batasan diri dalam pertemanan, serta bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan dan kebersihan organ reproduksi.

Sumber :
  1. Asokan G., Onnela J.P., Williams M., Hauser R., & Coull B. (2025, June 4). Menstrual periods are arriving earlier for younger generations, especially among racial minority and lower-income individuals. Harvard T.H. Chan School of Public Health. https://hsph.harvard.edu/news/menstrual-periods-are-arriving-earlier-for-younger-generations-especially-among-racial-minority-and-lower-income-individuals/
  2. Soesanti F. (2015, April 19). Kapan Anak Dikatakan Mengalami Pubertas?. Ikatan Dokter Anak Indonesia (Website). https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/kapan-anak-dikatakan-mengalami-pubertas/
  3. Dhanalakshmi K. Thiyagarajan, Basit H., Jeanmonod R. (2024, September 27). Physiology, Menstrual Cycle. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK500020/
  4. Lacroix A.E., Gondal H., Shumway K.R., Langaker M.D. (2023, 11 March). Physiology, Menarche. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470216/
  5. Breehl L., Caban O. (2023, March 27). Physiology, Puberty. Treasure Island (FL): StstPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534827/
  6. Widjojo, R., Setyaningsih, S., & Purnama Manurung, S. (2025). Generational perspectives on menstrual health management in Indonesia: contrasts between Millennials and Gen Z. Cogent Social Sciences, 11(1). https://doi.org/10.1080/23311886.2025.2594226
Bagikan
Exit mobile version