M. Muchlas Rowi mengatakan bahwa saat ini sebenarnya Muhammadiyah sudah mampu mengisi kanal-kanal media, pasalnya Muhammadiyah banyak memiliki channel atau akun di berbagai platform.
Namun menurut Muchlas Rowi, media Muhammadiyah belum mampu merebut narasi di berbagai platform. Jika dibandingkan dengan Islam Nusantara yang mampu mencapai 6 juta pencarian, Islam berkemajuan hanya mencapai 1 juta di situs pencarian. Maka yang menjadi masalah Muhammadiyah yakni terkait dengan kualitas konten dan kuantitas pengikut serta views.
Riset terkait konten dan plartform media menjadi penting. Menurut riset yang dilakukan M. Muchlas Rowi, pempimpin umum Monitorday; saat ini platform yang paling banyak diakses di Indonesia tahun 2021 adalah Google dan Youtube serta video menjadi konten yang paling diminati dengan 241 pengguna.
“Tentunya ini menjadi peluang media Muhammadiyah untuk mengisi ruang media dengan memperbanyak konten video yang disesuaikan dengan trend dan perlu konsistensi untuk meningkatkan engangement,” ujar M. Muchlas Rowi dalam acara Workshop Creator Muda Muhammadiyah yang diadakan oleh IBTimes.ID yang didukung oleh Bank Mandiri..
Riset yang dilakukan Muchlas menunjukkan bahwa konten narasi “Islam Berkemajuan” masih memiliki peluang yang baik pada platform Youtube dengan score “good”. Jumlah video dengan narasi ini mencapai 30,2 ribu artinya ada demand namun supply konten dengan narasi Islam Berkemajuan masih minim.
Peran tokoh Muhammadiyah juga perlu ditingkatkan keaktifan atau lebih eksis di media sosial. Hal ini mampu memengaruhi kuatnya narasi yang dibangun oleh Muhammadiyah. Saat ini followers tokoh Muhammadiyah di media sosial masih di bawah jika dibandingkan tokoh-tokoh Islam di organisasi lain. Sehingga Muchlas mengatakan perlu adanya pengorganisasian yang baik dalam pengelolahan media sosial tokoh Muhammadiyah.
M. Muchlas Rowi mengatakan ada dua rekomendasi dalam optimasi agen digital Muhammadiyah. Pertama, membangun agen digital dengan memobilisasi key opinion leader atau influencer dan talenta yang berpotensi dari kalangan Muhammadiyah; terutama kamu milenial karena kedekatannya dengan media digital dan konten kreatif serta fleksibel.
Kedua, mendorong content creator dengan mendorong tumbuhnya circle content creator Muhammadiyah melalui kolaborasi, workshop, riset dan teknologi, serta apresiasi konten digital warga Muhammadiyah.
Illustrator Rahma.id
Bidang PIP PW IPM Jatim
