Bulan hari ini begitu indah, sinarnya sangat lembut namun entahlah
Aku merasa malam ini lebih gelap dari malam-malam sebelumnya
Jauh dari gemerlap kota, seorang gadis kecil berwajah kuyu berjalan menyusuri trotoar
Wajahnya pucat membelah malam
Gadis kecil itu meringkuk sendirian
Tangannya gemetar menahan dinginnya malam
Ia tidur beralas tikar tipis dan langit malam sebagai atapnya
Bintang, melihat keadaannya maukah kau berdoa kepada sang maha Cinta agar ia lelap dalam tidurnya
Dan di pagi hari saat ia terbangun, senyum indah menghiasi bibirnya
Bulan, melihat ketabahannya maukah kau berdoa kepada sang maha Perkasa agar ia bisa menahan segala getir pahit yang menusuknya
Melewati hari-hari, tahun-tahun dengan rasa tangguh di dadanya
Langit yang gemintang, kau begitu luas dan sangat tinggi
Maukah kau berdoa kepada sang maha Kasih Yang mencintai semua makhluk-Nya
Agar suatu hari nanti gadis kecil itu bisa tersenyum bahagia
Gadis kecil, semoga kau bermimpi indah dalam naunganNya
seorang gadis pluviophile yang berdomisili di Lamongan, Jawa Timur. Memiliki hobi membaca, menulis dan menggambar seni kaligrafi. Sampai saat ini masih tergabung menjadi anggota COMPETER (Community Pena Terbang). Masih aktif juga menjadi author di redaksi IB.Times.id. Penulis bisa disapa melalui akun ig @indranys345
