Site icon Inspirasi Muslimah

Bingung Cara Memilih Pembalut? Begini Caranya

pembalut

Ketika wanita menstruasi, pasti memerlukan produk menstruasi atau Menstrual Hygiene Materials yang digunakan untuk menampung aliran menstruasi. Pembalut merupakan produk menstruasi yang paling umum sering digunakan, baik di Indonesia maupun di dunia. Selain pembalut, ada pula produk menstruasi lainnya, seperti tampon dan menstrual cup, namun masih sangat jarang digunakan karena minimnya pengetahuan tentang produk ini dan penggunaannya masih dianggap tabu.

Pembalut menstruasi adalah lembaran bantalan yang memiliki sisi luar yang ditempelkan ke celana dalam untuk menahannya di tempatnya. Satu sisi lainnya terbuat dari bahan penyerap yang digunakan untuk menyerap darah menstruasi. Pembalut yang seperti ini merupakan inovasi modern untuk memenuhi kebutuhan dan kenyaman pembalut masyarakat kini.

Pembalut sudah digunakan sejak zaman Yunani kuno, berupa serat yang dililitkan di sekitar kayu. Pada abad ke-18 dan ke-19, wanita di Eropa menggunakan kain tenun atau flanel untuk membuat pembalut kain buatan sendiri. Pembalut ini dapat dicuci dan digunakan kembali. Pada tahun 1896, Johnson & Johnson merilis Lister’s Towels yang juga dikenal sebagai ‘Pembalut Wanita’ yang kemungkinan besar merupakan pembalut sekali pakai pertama yang dijual secara komersial. Pembalut ini terbuat dari katun dan kain kasa. Pembalut ini diikatkan pada sanitary belts agar mudah digunakan. Pada tahun 1969, pembalut perekat pertama diperkenalkan oleh Stayfree. Pembalut perekat ini dapat dikenakan dengan celana dalam, memiliki bagian tahan air sehingga memberikan perlindungan tambahan terhadap kebocoran saat dikenakan. Pembalut perekat ini yang berkembang menjadi pembalut menstruasi masa kini.

Jenis pembalut di Indonesia ada berbagai macam. Berdasarkan ukuran dan bentukbya, dapat dibagi menjadi :

Pantyliner merupakan pembalut berukuran kecil dan tipis, dengan ukuran panjang sekitar 14-15 cm. Pantyliner biasanya digunakan sebelum dan sesudah menstruasi dan juga menjaga celana dalam tidak kotor dari cairan vagina atau keputihan.

Pembalut day merupakan pembalut harian dirancang untuk digunakan selama aktivitas siang hari. Ukurannya sedang dengan daya serap yang memadai untuk aliran darah ringan hingga sedang. Ukuran panjang sekitar 23-26 cm. Pembalut ini memberikan kenyamanan dan keamanan saat bergerak.

Pembalut malam memiliki ukuran lebih panjang dan daya tampung lebih banyak daripada pembalut day. Ukurannya beraneka ragam, berkisar sekitar 29-42 cm. Produk ini dibuat khusus untuk memberikan perlindungan ekstra saat tidur. Desainnya seringkali lebih lebar di bagian belakang yang berfungsi mencegah kebocoran saat berbaring.

Maternity pad adalah pembalut khusus yang dirancang untuk wanita pasca melahirkan. Produk ini memiliki ukuran sangat besar dan daya serap ekstrem. Biasanya panjangnya hingga 45 cm. Tujuannya adalah menampung darah nifas yang jauh lebih banyak.

Bentuk pembalut secara umum berbentuk lembaran, namun juga ada yang berbentuk celana dalam, yang disebut celana menstruasi. Celana menstruasi ini dirancang khusus anti bocor, sesuai dengan bentuk badan, tidak menggembung dan tidak berbau. Bentuk pembalut ini mudah digunakan dan cocok untuk beraktivitas seperti berolahraga, traveling, atau digunakan untuk pembalut malam.

Selanjutnya, berdasarkan jumlah kali penggunaan dan bahannya, jenis pembalut dibagi menjadi:

Pembalut kain (Re-usable Menstruation Pad / Menspad)

Pembalut kain merupakan pembalut yang bisa digunakan berulang kali. Produk biasanya terdiri dari lapisan atas, inti penyerap di bagian tengah, dan  lapisan anti bocor pada bagian bawah. Lapisan atas harus merupakan lapisan dengan daya serap tinggi dan harus mampu mengalirkan cairan ke inti penyerap di bawahnya, serta paling bawah adalah lapisan anti bocor yang biasanya terbuat dari laminasi poliuretan (PUL). Lapisan atas merupakan lapisan dengan daya serap tinggi dan harus mampu mengalirkan cairan ke inti penyerap di bawahnya. Lapisan atas terbuat dari bahan-bahan seperti katun organik berlapis atau beludru bambu, kain rami, flanel katun, jersey katun, dan jersey poliester katun. Inti penyerap bagian tengah terbuat dari bahan-bahan dengan daya serap tinggi, seperti handuk katun terry, kain katun, kain rami, kain bambu atau terry bambu.

Menspad memiliki mekanisme pengaman seperti kancing plastik (snap button) atau velcro, agar sayap produk dapat terpasang erat pada celana dalam untuk mencegah pergeseran saat digunakan. Menspad biasanya tidak beraroma, bebas dari asam dan alkali, tidak luntur warna, dan bebas dari serat yang rontok. Pembalut ini perlu diganti setiap 4-6 jam sekali. Ukurannya juga ada berbagai macam seperti pembalut sekali pakai. Penggunaanya bisa digunakan berulang kali hingga 60 kali pencucian, tergantung ketahanan penyerapan kain dan jahitan.

Karena digunakan berulang kali, menspad perlu dicuci dengan baik dan benar agar tahan lama. Pencucian dapat dilakukan dengan cuci tangan ataupun mesin cuci. Cara mencuci menspad yaitu:

  1. Rendam pembalut dalam air dingin selama sekitar 30 menit dengan sisi yang sudah digunakan menghadap ke bawah dalam air dingin untuk mencegah noda darah. Hindari merendamnya dalam air panas, karena hal ini akan menyebabkan noda darah menempel dan bukannya hilang. Setelah direndam, bilaslah dengan air hingga air bilasan menjadi jernih.
  2. Beri sabun cuci yang lembut agar tidak merusak serat kain. Jika mencuci pembalut dengan tangan, hindari menggunakan sikat karena bisa merusak serat kain.  Gosok kainnya satu sama lain untuk menghilangkan noda.
  3. Bilas kembali hingga busa sabun menghilang, lalu peras tanpa dipeluntir.
  4. Jemur pembalut dengan posisi seperti semula agar tidak mengkerut.
Pembalut sekali pakai

Pembalut sekali pakai ini merupakan pembalut yang paling sering digunakan karena mudah digunakan, lebih menyerap dibandingkan bahan lainnya, dan mudah untuk dibuang. Pembalut ini terdiri dari: lapisan atas yang bersentuhan langsung dengan tubuh, lapisan bagian tengah atau lapisan transfer yang merupakan bahan penyerap darah menstruasi, lapisan anti bocor di bagian bawah, dan lapisan perekat di bagian belakang lapisan anti bocor untuk menempelkan pada celana dalam, yang mencegah pergeseran saat dikenakan. Pembalut ini juga ada yang memiliki sayap agar dapat menempel kuat pada celana dalam. Lapisan atas terbuat dari bahan woven ataupun non-woven dengan tingkat porositas (pori-pori) yang cukup untuk menyerap cairan darah. Bahan untuk lapisan atas biasanya terbuat dari poliester, polietilen atau polipropilen atau campurannya, katun, viskos/rayon, dll. Lapisan penyerap tengah terbuat dari bahan selulosa, yang terkadang dapat dicampur dengan polimer super penyerap untuk meningkatkan daya serap dan membuat pembalut lebih tipis. Lapisan anti bocor bagian bawah termasuk sayap terbuat dari plastik seperti polietilen/polipropilen. Lapisan anti bocor dan sayap dilapisi dengan perekat/lem resin sintetis, yang dilaminasi dengan lapisan kertas berlapis silikon agar mudah dilepas. Pembalut sebaiknya tidak disertai pewangi tambahan atau unscented.

Ada pula pembalut sekali pakai yang disebut pembalut herbal. Pembalut herbal, yang terbuat dari serat alami dan diberikan ekstrak tumbuhan yang memiliki khasiat baik untuk kesehatan, khususnya di organ kewanitaan. Produk ini mengandung zat antimikroba, anti inflamasi, dan efek calming yang meningkatkan kenyamanan, serta kesehatan vagina. Selain itu, dapat juga mencegah resiko terjadinya keputihan abnormal, bau tidak sedap, dan rasa gatal akibat iritasi penggunaan pembalut. Salah satu ekstrak tumbuhan yang sering digunakan oleh produk pembalut adalah daun sirih, yang memiliki efek anti jamur. Perlu diketahui, salah satu penyebab keputihan abnormal disebabkan oleh jamur Candida Albicans.

Pembalut sekali pakai sebaiknya diganti setiap 4-6 jam, meskipun belum penuh. Pembalut sekali pakai harus dibuang setelah digunakan. Pembalut sekali pakai yang telah digunakan ini tidak perlu dicuci, karena dikhawatirkan kontaminasi darah ketika saat dicuci. Pembalut sekali pakai terbuat dari bahan yang mampu menyerap dan mengunci darah sehingga aman dari kebocoran saat dibuang ke tempat sampah.

Langkah-langkah untuk membuang pembalut, yaitu:

  1. Lepaskan pembalut dari celana dalam.
  2. Gulung hingga bagian yang kotor berada di dalam. Saling rekatkan bagian perekat luar untuk membantu menahan agar bagian yang kotor tetap tertutup rapat.
  3. Bungkus pembalut dengan tisu toilet, atau bungkus pembalut, atau kertas/koran bekas, atau kantong plastik. Pastikan semua bagian terbungkus dengan rapat.
  4. Buanglah ke tempat sampah. Jika menggunakan tempat sampah di rumah,  kosongkan tempat sampah secara teratur untuk mencegah bau dan pertumbuhan bakteri.
  5. Jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun setiap setelah mengganti pembalut.

Pemilihan jenis pembalut disesuaikan dengan masing-masing individu. Pertama, jika menginginkan pembalut yang praktis dan mudah dibuang, pilihlah pembalut sekali pakai. Namun jika mungkin ingin lebih hemat atau memiliki concern terhadap lingkungan, pembalut kain atau menspad bisa menjadi pilihan. Selanjutnya, pilih ukuran pembalut. Sesuaikan dengan kegiatan sehari-hari atau deras aliran darah yang keluar. Lalu jika ada keluhan iritasi saat menggunakan pembalut, mungkin bisa dicoba pembalut kain atau pembalut herbal. Apapun pilihan pembalut, pastikan kenyaman untuk dirimu ya.

Sumber :

Warashinta, D., Astari, A., & Merdikawati, A. (2021). ANALYSIS OF THE USE OF MENSTRUAL PAD, TAMPONS, AND MENSTRUAL CUP DURING MENARCHE. Journal of Community Health and Preventive Medicine. 1. 24-31. 10.21776/ub.jochapm.2021.001.02.4.
Kijowska, W. (2026). Sanitary suspenders to Mooncups: a brief history of menstrual products. https://www.vam.ac.uk/articles/a-brief-history-of-menstrual-products
UNICEF. Technical specifications for reusable menstrual pads. Documents Website. [cite 2026, Jul 3]. https://www.unicef.org/supply/media/12311/file/technical-specification-reusable-menstrual-pads-2022.pdf
UNICEF. Technical specifications for Disposable Sanitary pads. Documents Website. [cite 2026, Jul 17]. https://www.unicef.org/supply/media/12301/file/technical-specification-disposable-sanitary-pads-2022.pdf
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah – Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. 2021. Panduan Manajemen Kebersihan Menstruasi Bagi Guru Dan Orang Tua (Edisi Revisi)
Indriati, L., Sintawardani, N., Rani, W., Hamidah, U., Nilawati, D., Fitria, N., Wresta, A., Putra, H., Djaenudin, D., Muchlis, M., Maulika, J., Sunardi, S. (2025). Environmental implications of disposable sanitary napkin washing practices: a study on menstrual hygiene management in West Java, Indonesia. Journal of Water, Sanitation and Hygiene for Development. 15. 669-682. 10.2166/washdev.2025.005.
Ellora, Y., & Putri, E. (July, 2024). The Effectiveness of Herbal Sanitary Pads in Reducing the Incidence and Severity of Fluor Albus Among Women. International Journal on ObGyn and Health Sciences Vol. 02, No. 03, (2024), pp. 152-158

Bagikan
Exit mobile version